Repch

Jakarta – Ribuan orang berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR Senayan, sejak Rabu (24/6/2020) pagi hingga sore tadi. Massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan sejumlah ormas Islam itu menuntut agar Rencana Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), ditarik dari Prolegnas. Mereka menganggap RUU HIP itu membawa aspirasi anti Islam dan anti Pancasila.

Massa mulai berdatangan di depan gerbang gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11 pagi. Mobil komando Front Pembela Islam (FPI) yang berbentuk panggung orasi tampak masuk ke depan gerbang, dan massa pun berkumpul di sekitar mobil komando. Sekitar pukul 13.00 siang, ribuan orang mulai memenuhi ruas jalur kiri di depan gedung gedung DPR. Lalu lintas tetap bergerak meski pelan.

Para demonstran membawa berbagai atribut demo, seperti spanduk dan bendera merah putih. Di mobil komando tampak spanduk bertuliskan “BATALKAN & CABUT RUU HIP SAMPAI KE AKAR-AKARNYA”. Dalam demo itu muncul pura yel-yel “Turunkan Jokowi!” Seribu aparat TNI dan polri tampak mengamankan demo.

Perwakilan massa lalu ditemui tiga Wakil Ketua DPR RI yakni Sufmi Dasco Ahmad, Azis Syamsuddin dan Rachmat Gobel. Menurut Habib Hanif Alatas, salah satu wakil massa, dalam pertemuan itu disampaikan 8 aspirasi. “Kesimpulan dalam 8 poin itu kita minta RUU HIP disetop, tak ada istilah tunda-tunda. Satu kata cabut, gugur, cor masukan ke laut jangan keluar lagi,” kata Habib Hanif di atas mobil komando.

Selain meminta penghentian pembahasan RUU HIP, massa meminta DPR mencari pengusul RUU HIP. Kata Habib Hanif, pengusul RUU HIP harus dihukum. “Nggak cukup hanya disetop, kita minta inisiator RUU HIP, khususnya pasal-pasal kontroversial yang mengandung makar terselubung, kita minta inisiatornya diproses hukum. Kalau inisiatornya dari institusi partai maka kita supaya partainya dibubarkan,” ujarnya.
Share Here: