Repch

0 0
Jakarta – Provinsi DKI Jakarta membangun Monumen Peti Mati Covid-19 di 8 wilayah. Dimana setiap monumen ditulis jumlah perkembangan kasus Covid-19 di masing-masing wilayah kecamatan.
Salah satunya di Jl. Kendal, kecamatan Menteng, dekat stasiun kereta api Sudirman, Jakarta Pusat.
 
Pemerintah DKI Jakarta membangun monumen untuk memperingatkan para warga, bahwa virus Corona (Covid-19) masih terdapat di Jakarta. Sehingga para warga Jakarta dan pendatang mau menerapkan protokol kesehatan. Yaitu, menggunakan masker dan menjaga jarak minimal 1 meter.
 
Meskipun letaknya tersamar warna dinding dan kurang menarik perhatian masyarakt yang melintas, namun masih ada warga yang menganggap keberadaan monumen itu perlu.
Salah satunya Sania Nurhasanah. Menurutnya, Monumen Peti Mati Covid-19 yang diletakkan pemerintah bisa efektif untuk mengingatkan warga terhadap penyebaran Covid-19. 
 
“Efektif sih kalau menurut saya. Jadi pada mau pakai masker,” kata Sania.  
 
Sania juga mengatakan, jika hanya monumen saja tidak cukup. Melainkn dilengkapi dengan memperketat penjagaaan.
 
“Diperketat juga sih penjagaaannya,” ujar Sania.
 
Perkembangan penularan Covid-19 di Jakarta,  Rabu (3/9/2020) bertambah 1406 orang yang positif
 
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Share Here:

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

13 thoughts on “Monumen Peti Mati Covid-19 Kurang Efektif

  1. I’ve been exploring for a bit for any high-quality articles or weblog posts in this kind of space . Exploring in Yahoo I eventually stumbled upon this website. Studying this info So i’m satisfied to convey that I’ve a very excellent uncanny feeling I came upon exactly what I needed. I such a lot undoubtedly will make sure to don’t forget this site and give it a look regularly.

  2. Awesome blog! Do you have any helpful hints for aspiring writers? I’m hoping to start my own blog soon but I’m a little lost on everything. Would you propose starting with a free platform like WordPress or go for a paid option? There are so many options out there that I’m totally confused .. Any suggestions? Thanks!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *